Monday, January 17, 2011

04. BERBOHONG


Minggu lalu, tokoh Lintas Agama dan Pemuda merumuskan bahwa selama ini pemerintah telah berbohong. BOHONG atas kata dasar yang berarti tidak jujur dan tidak bisa dipercaya. Kalau kita berhubungan dengan pihak pihak yang tidak jujur dan tidak bisa dipercaya, apa reaksi kita. Pastinya, kita tidak akan percaya lagi omongannya, janjinya dan bahkan iming-imingnya. Karena pasto dia akan mencoba menipu, mengelabuhi atau menggunting dalam lipatan. Muka seperti malaikat tapi hati seperti iblis.

Terkait 9 kebohongan pemerintah yang di cetuskan oleh tokoh lintas agama dan pemuda, ada baiknya yang dituduh bohong itu menyangka atau menampiknya, caranya hanya satu "BUKTIKAN".

Kalau tempo hari berjanji akan mengusut mafia pajak, ya tuntaskan. Jangan dibelokkan jadi kasus plesiran, paspor palsu trus nanti masalah BBM nya satgas anti mafia hukum yang naik berita.

Kalau tempo hari berjanji mau menjanjikan HP ya, realisasikan. Dan janji-jani yang lain tentunya. Rakyat memang sudah bosan dengan janji, slogan dan retorika. Rakyak hanya ingin kenyataan, dan apa yang ada di depan mata itulah yang bisa dipercaya.

Saya sebagai rakyat kecil hanya bisa bisa menduga - duga, bahwa semua ini adalah buki kepiawaian publik relation alias humas nya penguasa. Hanya dugaan saja.

Ketika kasus mafia pajak naik sudah nyerempet orang-orang tertentu, dimunculkan Travel Checknya Gubernur BI. Ketika kasus ini naik dan besntuhan dengan petinggi partai tertentu, di redam dengan munculnya kasus Century. Masalahnya masing-masing kasus menyeret partai-partai tertentu, jadi rakyat jelata seperti saya jadi di buat bingung. Belum lagi kasus gedung baru DPR, Resuffle Kabinet, Bencana Alam dan lain sebaginya.

Harusnya pemerintah punya agenda dan prioritas, target nya apa dan dievaluasi setiap minggu kendalnya apa dan cari solusinya. Kalau perlu, kasih updatenya k rakyat....

Berbohong adalah cikal-bakal malapetaka, makanya mari kita JUJUR saja.

Saturday, January 15, 2011

03. JOKI ITU BERNAMA KARNI



Joki, sebuah profesi bergengsi yang di lakoni seorang penunggang kuda balap. Dia adalah Manager sekaligus pelaksana menang dan kalahnya sebuah perlombaan pacuan kuda. Tidak sedikit kuda yang di kendalikan berharga sangat mahal, perawatan nya pun serba mahal.

Namun ternyata, posisi Joki yang luhur akhirnya di telikung dengan pekerjaan yang tidak sehebat aslinya. Di Jakarta ata Joki 3 in 1. Para "penumpang gelap" yang dimanfaatkan oleh para pemilik mobil berduit untuk "numpang" dan dikasih "uang rokok" agar mobil nya bisa melewati kawasan Thamrin. Padahal tujuan dibatasinya minimal 3 orang penumpang dalam 1 mobil agar mengurangi kemacetan. Alih-alih kemacetanya hilang, malah peraturan ini sering di salah artikan dan di salah gunakan.

Joki Ujian masuk perguruan tinggi, Joki ujian PNN dan Joki-Joki lainya yang konotasinya negatif.

Terakhir yang sedang mencuat adalah "JOKI TAHANAN"

Tidak tahu dari mana ide yang cukup brillian ini muncul dan melatarbelakangi tindakan "nyleneh" ini. Di Bojonegoro sebuah kota di Jawatimur. Di kota yang atmosfirnya cukup tenang itu tiba-tiba menyontak seluruh mata, pikiran dan perdebatan opini tentang Joki Tahanan.

Adalah KARNI, seoarng wanita paruh baya dari keluarga sederhana yang dengan suka rela "menyerahkan" jiwa dan ragaganya demi "Kasiyem" pengusaha pupuk yang terjerat perkara hukum.

Ibu KARNI dengan sadar menukar kebebasan dan "KEMISKINAN" nya demi 10 juta. Uang itu tujuannya untuk membayar hutang yang membelit kehidupannya selama ini. Tak ada yang gratis di dunia ini, jika ingin lepas dari masalah, harus ambil resiko. Itu mungkin yang ada di benak ibu KARNI saat itu.

Ini sebuah fenomena, kalau di beberapa negara pengangguha perkara bisa di bayar dengan "DENDA" akan tetapi terlalu dini untuk negara INDONESIA tercinta. Karena tidak ada jaminan "UANG PEMBEBASAN BERSARAT" ini kan aman dari mental aparat yang sudah "SAKIT".

Jika harga "KEBEBASAN" dari sorang KASIYEM seharga 10 juta, berapa harga untuk seorang GAYUS, SAMSUL NUR SALIM, EDDY TANSIL dan banayak lagi.

Jika hukum bisa dijual belikan, apalagi yang "BERHARGA" di negeri ini.....

Friday, January 7, 2011

02. MENSANO INCORPORESANA



Beberapa minggu terakhir ini, hampair seluh MATA, Telinga dan Pikiran kita di giring untuk MENCINTAI dan MENGAGUMI Timnas Sepak Bola yang selalu menempelkan lambang GARUDA di DADA.

Walaupun kalah 4-2 dari Malaysia, tak pelak Timnas mengobati seluruh sakit yang didera prestasi sepak bola bangsa ini. Bagian setetes embun, Timnas mampu menyejukkan rongga batin yang gersang dan kering karena kemarau prestasi. Kehadiran permainan bola Timnas sanggup merasuk ke relung bangsa ini. Dari Kota sampai desa, dari lembah sampai mereka yang tinggal di atas gunung. dari meraka yang tinggal di apartemen mewah sampai yang di kolong jembatan. Semua cinta Bola dan semua cinta Timnas.

Efeknya, tiba-tiba disetiap sudut kampung muncul club-club sepak bola "KACANGAN" yang mengikuti prestasi Timnas. Sebuah perubahan yang menjanjikan. Karena dengan maraknya pertandingan SEPAK BOLA, orang akan lupa tawuran antar kampung, Geng Motor yang berulah, kasus Century kasih Orang Hilang dan kasih kasus heboh lainya.

Delam kompetisi sepak bola, setiap orang akan "DIPANDU" bermain FAIR dan Proffesional. Wasit tidak boleh memihak dan tentunya jangan ada arena TINJU dan Karate di lapangan SEPAK BOLA.

Sisi positif dari EFORIA BOLA, munculah Liga Premier Indonesai - LPI. Liga ini di gawangi seoarng pengusaha kaya ARIFIN PANIGORO. LPI katanaya di bentuk untuk "MEWADAHI" aspirasai para pemaian bola profesional, sekali lagi proffesional club-club diluar bentukan PSSI.

Begitu banyak harapan telah di pertaruhkan ke PSSI, tapi begitu aja prestasinya
Begitu banyak dana ABPN dan ABPD di gelontorkan, hasilnya cuma segitu aja.

Harus ada yang memulai, harus ada yang mencoba agar prestasi sepak bola kita tidak begitu begitu saja. Rakyat yang lebih dari 200 juta, masa iya nggak bisa pilih 12 orang untuk jadi juara..........

Apakah karena pemimpimpin PSSI yang kurang bagus....
Apakah karena PSSI masih seperti bayi yang harus di suapi, di tuntun dan di maakan ketika berbuat salah....
Tak adakah orang yang mampu berbuat buta persepak bolaan negeri ini....

LPI mencoba bangkit, tapi PSSI meradang sakit........
Sudah selayaknya semboyan Men Sana Incorporesano yang berarti dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat di ubuh...........
MENSANO INCOR PEORESANA..........Dalam Jiwa (Pemimpin) yang sehat terdapat Raga yang sehat karena belum tentu dalam Badan (Pemimpin) yang sehat terdapat jiwa yang sehat.............

MAJULAH SEPAK BOLAKU.......ku yakin hari ini pasti MENANG

Thursday, January 6, 2011

01. SUPER GAYUS



DIA bagaikan "Smart Phone"
Kalau mobil, mungkin DIA secepat Ferari
Ibarat Pesawat Jet tempur DIA bebas meliuk-liuk di awan yang biru
M16, DIA adalah senapan yang canggih, seribu peluru sekali sentak dan hasil bidikannya sangat akurat.............

GAYUS.......

Wajahnya, Senyumnya dan Suaranya selalu menghiasi kehudupan ini. Ketika bangun pagi Kunyalakan TV sambil mengayuh Static Bicycle kesayangan, ada DIA disana. Berangkat kantor sambil mendengarkan radio, saya dengar penyiar radio membicarakan sepak terjangnya yang super hebat. Ketika sampai di meja kantor, koran pagi pun memajang gambar DIA di halaman utama. Akhirnya ku nyalakan laptop tuaku dan mencoba cari berita di okezone kesayangan, eh...lagi-lagi hanya DIA yang jadi Trend setter.

Sudah lama sekali bahkan lebih dari setahun, MATA, Telinga dan Otak saya di suguhinMENU GAYUS setiap hari. Baik TV, Media masa, diskusi dan obrolan tak henti-hentinya membahas Gayus. Sang Tokoh yang tampangnya Lembut Santun dan Bersahaja. Jika kita melihat dari tingkah laku, tutur kata dan kedipan matanya, semua orang akan terkesima.

"Termasuk saya"

Dia bigitu piawai menjadi "Sutradara" bagi para Tokoh, Pejabat, Pengusaha untuk memerankan sebuah pentas yang mengubah seluruh cerita wajar dan biasa. Dia begitu Kuat di balik ke lemah lembutanya. Dia begitu garang di balik santunya dan dia bigitu berkilau dibalik kesederhananya.

DIA begitu hebat ketika memberikan opini tentang pajak kepada para pengusaha agar denda dan kewajiban pajaknya bisa di turunkan dengan mengambil "CELAH" peraturan yang ada. Tentunya para pengusaha juga "WAJIB" membalas jasa atas bantuan DIA.

Ketika semua sepak terjangnya tersingkap, MATA, TELINGA dan PIKIRAN saya pun merasakan hiporia yang luar biasa. Mulut saya berdecak KAGUM atas apa yang telah DIA lakukan selama ini, selama bertahun-tahun dengan Groupnya yang besar. Begitu banyak orang-orang sekitar yang mendapat "BERKAH" dari si DIA. Penasehat Hukum, Hakim, Penjaga Penjara bahkan sampai pada level Penjaga keamanan.

DIA bisa kuluar dari "PENJARA" yang seharusnya seram dan super ketat penjagaanya. DIA plesiran ke BALI, Thailand, Macau dan Malaysia ketika harusnya dia berada di balik Tembok Tinggi dan paga Terali Besi di Bui.

Bagi DIA, Ruangan penjara yang sempit, terali besi, tembok tinggi berpagar kawat berduri dan Penjaga yang "SANGAR" dan seram hanyalah sebuah "SCREEN SAVER" laptopnya yang canggih. DIA geser mouse nya sedikit saja, munculllah pemandangan yang sesungguhnya, ada Bali, Thailand, Macau, Malaysia dan banyak tempat plesiran yang lebih "CIHUY"

Dia bigigu perkasa bahkan siapapun dibuatnya tak berdaya. Dia betul-betul orang yang bebas berpergian kemana saja. Dia manusia merdeka. Apakah kebetulan tangal lahir dalam pasport nya yang 17 Agustus 1975 adalah sebuah hadiah kemerdekaan dia. Tak tahulah.......yang pasti.......

Akhirnya harus ku akui bahwa DIA adalah si "SUPER GAYUS"